12 Desember 2017

PA Soasio Launching & Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Publik Berasaskan Nilai Kearifan Lokal

Satu lagi kreasi yang digagas oleh warga Pengadilan Agama (PA) Soasio. Bentuk kreasi kali ini adalah upaya meningkatkan pelayanan yang prima (excellent service) pada masyarakat. Dengan memilih thema “Peningkatan Pelayanan Publik berasaskan Nilai Kearifan Lokal”, Kamis, 7 Desember 2017, Pengadilan Agama Soasio menggelar acara Launching dan Sosialisasi pelayanan dengan menggunakan pakaian adat dan tata karma adat kesultanan Tidore.

Kegiatan yang merupakan inisiasi dari reformer sekretaris PA Soasio. Umar Yahya S.Ip yang sementara menempuh DIKLAT PIM IV ini dilaksanakan di ruang sidang utama dihadiri oleh pihak Kesultanan Tidore, Walikota Tidore Kepulauan. Forkompimda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, beberapa kepala SKPD, Beberapa Lurah, Tokoh Pemuda dan undangan lainnya.

Diawali dengan pemaparan maksud kegiatan oleh reformer yang mendapat applous dari hadirin, acara yang dipandu Nurasia, SHI, MH ini dilanjutkan dengan sambutan ketua PA Soasio dan walikota.

Dalam sambutannya, Ketua PA, Drs. Djabir Sasole, MH mengulas secara singkat sejarah lahirnya Pengadilan Agama hubungannya dengan kesultanan. Menurutnya, hubungan antara kesultanan dan PA tidak bisa dipisahkan. Sebelum lahirnya PA, tugas pokok PA dilaksanakan oleh Qadhi kesultanan. Karena itu, lanjut Djabir, walaupun hanya baru sebatas mengangkat salah satu symbol kesultanan, yakni pakaian adat dan tata karma pelayanan, kami berharap dalam jangka menengah dan jangka panjang pakaian adat kesultanan Tidore bisa menjadi salah satu pakaian resmi pada SKPD yang digunakan pada hari-hari tertentu ke depan. “Mengapa masyarakat Bali dan daerah lain bisa melestarikan budaya berbusana di tengah hiruk pikuk pengaruh barat, dan kita tidak bisa ?” Tegas Djabir.

Sementara itu, Walikota Tidore Kepulauan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Djamaluddin Badar memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap gagasan dan kreasi PA Soasio yang mau mengangkat dan melestarikan budaya kesultanan Tidore. “Semoga ke depan Pemerintah dan stekholder lainnya biasa mengikuti”, ungkapnya.

Usai sambutan walikota, acara dilanjutkan dengan pemasangan pakaian adat oleh Sultan Tidore yang diwakili oleh kapita ngofa kepada ketua Kelompok Budaya Kerja (KBK) Sahruddin, SH yang diikuti oleh para pegawai. Acara semakin khidmat dengan pembacaan doa oleh Mursal Ayub, S.Ag, Panitera PA Soasio, dilanjutkan dengan jamuan makan siang. (Team News PA-SS)